Audiensi Aliansi Disabilitas Nusantara ke PGI, Bangun Sinergitas bagi Pemberdayaan Disabilitas
KABAR DISABILITAS
5/20/20265 min read
Dalam upaya membangun sinergitas bagi pemberdayaan disabilitas sekaligus sinkronisasi data, Ketua Umum Aliansi Disabilitas Nusantara (ADN) Agus Diono bersama sejumlah pengurus melakukan audiensi dengan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia di Grha Oikoumene, Jakarta.
Pengurus ADN diterima oleh Wasekum PGI Pdt. Lenta Enni Simbolon, Pdt. Johan Kristantara (SE KKC), Pdt. Etika Saragih (SE KP), Pdt. Muliathy Briany (SE KPG), Pdt. Ronald R. Tapilatu (Kabiro Papua), Pdm Rosiana Purnomo (Kabiro PR), Elly Diah P (Direktur Yakoma), dan Alfian R. Komimbin (Kabiro Litbang).
Agus Diono, yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, menjelaskan bahwa salah satu tugas BKPM ialah memastikan penyandang disabilitas memperoleh hak yang sama dalam aksesibilitas serta kesempatan setara di dunia investasi dan penanaman modal.


Karena itu, ia menawarkan kerja sama dengan PGI untuk membantu jemaat penyandang disabilitas yang telah menjadi mitra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), maupun yang baru akan memulai usaha, terutama dalam proses pengurusan perizinan.
Menurut Agus Diono, sejalan dengan misi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 yang menaruh perhatian pada peningkatan peran disabilitas, pihaknya memiliki tugas memfasilitasi penyandang disabilitas dalam dunia usaha dan berbagai sektor lainnya. Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut bertujuan mengangkat martabat penyandang disabilitas, bukan sekadar pendekatan charity, melainkan pemberdayaan agar mereka menjadi sumber daya manusia yang mandiri dan berdaya.
Kemitraan dengan UMKM disabilitas, lanjutnya, juga menjadi bagian dari pemenuhan kuota tenaga kerja disabilitas sebesar 1 persen di perusahaan swasta serta 2 persen di BUMN dan BUMD sebagaimana diamanatkan undang-undang. Selain itu, saat ini tengah dilakukan sinkronisasi data penyandang disabilitas melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga terkait guna menghadirkan basis data bersama yang lebih akurat.


Menanggapi pemaparan tersebut, sejumlah SE dan Kabiro PGI menyampaikan pandangan mereka. Alfian R. Komimbin menyatakan dukungannya terhadap kerja sama pengumpulan data disabilitas. Menurutnya, diperlukan persiapan instrumen dan indikator yang tepat agar dapat disebarluaskan kepada sinode gereja anggota PGI.
Sementara itu, Pdt. Etika Saragih menyinggung Program Keadilan dan Keutuhan Ciptaan (Prokelita) PGI yang juga memberi perhatian pada pemberdayaan sosial-ekonomi di daerah tertinggal, termasuk pilot project pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas. Karena itu, PGI dinilai sangat terbuka membangun kemitraan UMKM disabilitas demi mendukung pemberdayaan di dunia usaha.
Pdt. Muliathy Briany menekankan pentingnya edukasi kepada jemaat agar tidak lagi memberi stigma negatif kepada penyandang disabilitas sehingga mereka merasa tersisih. Menurutnya, pola pikir bahwa disabilitas merupakan kutukan harus diubah. Ia juga menyebut sejumlah gereja telah memiliki layanan khusus bagi penyandang disabilitas. Karena itu, edukasi tidak hanya diperlukan bagi keluarga, tetapi juga calon pelayan gereja. Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyinggung rencana penerbitan buku teologi disabilitas.


Menutup audiensi, Wasekum PGI Pdt. Lenta Enni Simbolon mengingatkan pentingnya tindak lanjut kerja sama pemberdayaan disabilitas, baik dalam aspek pendataan maupun edukasi. Ia juga mengapresiasi keterlibatan beberapa gereja dalam pemberdayaan ekonomi disabilitas, di antaranya Gereja Protestan Persekutuan di Sumatera Utara serta Gereja Kristen Jawa melalui Sekolah Rawinala. Menurutnya, keberadaan Sekolah Rawinala sangat membanggakan dan para alumninya membutuhkan dukungan agar mampu hidup mandiri.
Dalam kesempatan itu, Agus Diono juga menyerahkan Alkitab huruf Braille secara simbolis kepada Pdt. Lenta Enni Simbolon. Alkitab Braille tersebut diharapkan dapat membantu penyandang disabilitas netra membaca dan memahami kitab suci dengan lebih inklusif.
Dalam upaya membangun sinergitas bagi pemberdayaan disabilitas sekaligus sinkronisasi data, Ketua Umum Aliansi Disabilitas Nusantara (ADN) Agus Diono bersama sejumlah pengurus melakukan audiensi dengan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia di Grha Oikoumene, Jakarta.
Pengurus ADN diterima oleh Wasekum PGI Pdt. Lenta Enni Simbolon, Pdt. Johan Kristantara (SE KKC), Pdt. Etika Saragih (SE KP), Pdt. Muliathy Briany (SE KPG), Pdt. Ronald R. Tapilatu (Kabiro Papua), Pdm Rosiana Purnomo (Kabiro PR), Elly Diah P (Direktur Yakoma), dan Alfian R. Komimbin (Kabiro Litbang).
Agus Diono, yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, menjelaskan bahwa salah satu tugas BKPM ialah memastikan penyandang disabilitas memperoleh hak yang sama dalam aksesibilitas serta kesempatan setara di dunia investasi dan penanaman modal.


Karena itu, ia menawarkan kerja sama dengan PGI untuk membantu jemaat penyandang disabilitas yang telah menjadi mitra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), maupun yang baru akan memulai usaha, terutama dalam proses pengurusan perizinan.
Menurut Agus Diono, sejalan dengan misi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 yang menaruh perhatian pada peningkatan peran disabilitas, pihaknya memiliki tugas memfasilitasi penyandang disabilitas dalam dunia usaha dan berbagai sektor lainnya. Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut bertujuan mengangkat martabat penyandang disabilitas, bukan sekadar pendekatan charity, melainkan pemberdayaan agar mereka menjadi sumber daya manusia yang mandiri dan berdaya.
Kemitraan dengan UMKM disabilitas, lanjutnya, juga menjadi bagian dari pemenuhan kuota tenaga kerja disabilitas sebesar 1 persen di perusahaan swasta serta 2 persen di BUMN dan BUMD sebagaimana diamanatkan undang-undang. Selain itu, saat ini tengah dilakukan sinkronisasi data penyandang disabilitas melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga terkait guna menghadirkan basis data bersama yang lebih akurat.


Menanggapi pemaparan tersebut, sejumlah SE dan Kabiro PGI menyampaikan pandangan mereka. Alfian R. Komimbin menyatakan dukungannya terhadap kerja sama pengumpulan data disabilitas. Menurutnya, diperlukan persiapan instrumen dan indikator yang tepat agar dapat disebarluaskan kepada sinode gereja anggota PGI.
Sementara itu, Pdt. Etika Saragih menyinggung Program Keadilan dan Keutuhan Ciptaan (Prokelita) PGI yang juga memberi perhatian pada pemberdayaan sosial-ekonomi di daerah tertinggal, termasuk pilot project pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas. Karena itu, PGI dinilai sangat terbuka membangun kemitraan UMKM disabilitas demi mendukung pemberdayaan di dunia usaha.
Pdt. Muliathy Briany menekankan pentingnya edukasi kepada jemaat agar tidak lagi memberi stigma negatif kepada penyandang disabilitas sehingga mereka merasa tersisih. Menurutnya, pola pikir bahwa disabilitas merupakan kutukan harus diubah. Ia juga menyebut sejumlah gereja telah memiliki layanan khusus bagi penyandang disabilitas. Karena itu, edukasi tidak hanya diperlukan bagi keluarga, tetapi juga calon pelayan gereja. Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyinggung rencana penerbitan buku teologi disabilitas.


Menutup audiensi, Wasekum PGI Pdt. Lenta Enni Simbolon mengingatkan pentingnya tindak lanjut kerja sama pemberdayaan disabilitas, baik dalam aspek pendataan maupun edukasi. Ia juga mengapresiasi keterlibatan beberapa gereja dalam pemberdayaan ekonomi disabilitas, di antaranya Gereja Protestan Persekutuan di Sumatera Utara serta Gereja Kristen Jawa melalui Sekolah Rawinala. Menurutnya, keberadaan Sekolah Rawinala sangat membanggakan dan para alumninya membutuhkan dukungan agar mampu hidup mandiri.
Dalam kesempatan itu, Agus Diono juga menyerahkan Alkitab huruf Braille secara simbolis kepada Pdt. Lenta Enni Simbolon. Alkitab Braille tersebut diharapkan dapat membantu penyandang disabilitas netra membaca dan memahami kitab suci dengan lebih inklusif.
Kontak
Hubungi kami untuk dukungan dan informasi
Telepon
+62-858-82-999-999
Aliansi Disabilitas Nusantara © 2026. All rights reserved.
