Disabilitas Bukan Penghalang Untuk Menjalankan Bisnis

Nurjannah

5/17/20262 min read

Kesuksesan menjadi hal mutlak bagi siapapun yang mau berusaha dengan sungguh-sungguh. Tidak ada batasan apapun yang dapat menghalangi termasuk keterbatasan fisik. Dalam hal ini termasuk penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan kesuksesan dan menjalankan hidup sebagaimana orang kebanyakan.

Masa Kecil Ibu Nurjannah

Ibu Nurjannah bukanlah penyandang disabilitas sejak lahir, beliau berkesempatan menjalani hidup normal berjalan dengan kedua kakinya hingga umur 5 tahun.

Namun, beliau mengalami jatuh pada umur 5 tahun yang menyebabkan salah satu kakinya tidak berfungsi secara normal. Hingga akhirnya dalam berjalan beliau harus menggunakan alat bantu. Namun, hal tersebut tidak menjadikan beliau patah semangat karena beliau menerima kekurangannya dengan sepenuh hati.

"Jadi akhirnya itu bagaimana kita harus bisa menerima apa yang sudah menjadi ketentuan Tuhan sebenarnya." Ucap Ibu Nurjannah.

Mendirikan Bisnis "Serba Usaha"

Di tengah keterbatasannya tidak menjadikan Ibu Nurjannah berdiam diri saja. Beliau lantas mendirikan bisnis "Serba Usaha" pada tahun 2013. Dimana, beliau kemudian berhasil memberdayakan masyarakat sekitar dan 10 orang pekerja tetapnya merupakan penyandang disabilitas seperti tuna daksa, tuna rungu, dan tuna grahita ringan.

Anak-anak Ibu Nurjannah menjadi motivasi dalam menjalankan bisnis ini untuk bisa terus survive dan percaya bahwa anak-anak merupakan titipan Tuhan untuk bisa membuatnya terus bangkit.

Ibu Nurjannah mengawali karirnya dengan memulai bisnis konveksi seperti memproduksi sarung bantal, kursi, baju, dan gorden. Seiring berjalannya waktu, inovasi yang dilakukan adalah turut menyasar sektor kuliner seperti air guraka instan, kopi jahe, keripik pisang, dan sambal roa.

Melakukan Inovasi Bisnis

Inovasi yang dilakukan oleh Ibu Nurjannah tidak hanya sampai pada perluasan produk kuliner, beliau juga turut menyasar bisnis fashion berbasis ecopprint pada tahun 2019.

Dari sana, kemudian hasil ecoprint Ibu Nurjannah mendapatkan respon yang positif dari masyarakat karena memiliki motif yang unik dan tidak pasaran.

Dalam proses pembuatan ecoprint, beliau menggunakan sistem semi numpuk agar motif dan warna yang dihasilkan lebih bagus. Proses panjang yang dijalankan dalam membuat motif ecoprint dan menggunakan tanaman sebagai pewarna alami menjadi nilai tambah dan keunikan sendiri bagi ecoprint.

"Harapan saya kedepannya, menjadi Serba Usaha Corporation. Jadi salah satu perusahaan besar yang menaungi berbagai macam usaha. Itu cita-cita terbesar aku." Harap Ibu Nurjannah.

Kesuksesan menjadi hal mutlak bagi siapapun yang mau berusaha dengan sungguh-sungguh. Tidak ada batasan apapun yang dapat menghalangi termasuk keterbatasan fisik. Dalam hal ini termasuk penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan kesuksesan dan menjalankan hidup sebagaimana orang kebanyakan.

Masa Kecil Ibu Nurjannah

Ibu Nurjannah bukanlah penyandang disabilitas sejak lahir, beliau berkesempatan menjalani hidup normal berjalan dengan kedua kakinya hingga umur 5 tahun.

Namun, beliau mengalami jatuh pada umur 5 tahun yang menyebabkan salah satu kakinya tidak berfungsi secara normal. Hingga akhirnya dalam berjalan beliau harus menggunakan alat bantu. Namun, hal tersebut tidak menjadikan beliau patah semangat karena beliau menerima kekurangannya dengan sepenuh hati.

"Jadi akhirnya itu bagaimana kita harus bisa menerima apa yang sudah menjadi ketentuan Tuhan sebenarnya." Ucap Ibu Nurjannah.

Mendirikan Bisnis "Serba Usaha"

Di tengah keterbatasannya tidak menjadikan Ibu Nurjannah berdiam diri saja. Beliau lantas mendirikan bisnis "Serba Usaha" pada tahun 2013. Dimana, beliau kemudian berhasil memberdayakan masyarakat sekitar dan 10 orang pekerja tetapnya merupakan penyandang disabilitas seperti tuna daksa, tuna rungu, dan tuna grahita ringan.

Anak-anak Ibu Nurjannah menjadi motivasi dalam menjalankan bisnis ini untuk bisa terus survive dan percaya bahwa anak-anak merupakan titipan Tuhan untuk bisa membuatnya terus bangkit.

Ibu Nurjannah mengawali karirnya dengan memulai bisnis konveksi seperti memproduksi sarung bantal, kursi, baju, dan gorden. Seiring berjalannya waktu, inovasi yang dilakukan adalah turut menyasar sektor kuliner seperti air guraka instan, kopi jahe, keripik pisang, dan sambal roa.

Melakukan Inovasi Bisnis

Inovasi yang dilakukan oleh Ibu Nurjannah tidak hanya sampai pada perluasan produk kuliner, beliau juga turut menyasar bisnis fashion berbasis ecopprint pada tahun 2019.

Dari sana, kemudian hasil ecoprint Ibu Nurjannah mendapatkan respon yang positif dari masyarakat karena memiliki motif yang unik dan tidak pasaran.

Dalam proses pembuatan ecoprint, beliau menggunakan sistem semi numpuk agar motif dan warna yang dihasilkan lebih bagus. Proses panjang yang dijalankan dalam membuat motif ecoprint dan menggunakan tanaman sebagai pewarna alami menjadi nilai tambah dan keunikan sendiri bagi ecoprint.

"Harapan saya kedepannya, menjadi Serba Usaha Corporation. Jadi salah satu perusahaan besar yang menaungi berbagai macam usaha. Itu cita-cita terbesar aku." Harap Ibu Nurjannah.