HADIR DI PELATIHAN TIK & LITERASI DIGITAL 2026, AGUS DIONO: DISABILITAS BUKAN HAMBATAN, TAPI MODAL UNTUK NAIK KELAS!
5/21/20265 min read


Jakarta Pusat – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-59 Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), DNIKS bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan TIK dan Literasi Digital 2026 dengan tema “Optimasi Konten Kreator Difabel dengan Kecerdasan Buatan” di Gedung DNIKS, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang mengusung semangat “Sejahtera untuk Semua” ini ditujukan bagi masyarakat prasejahtera, lansia, dan penyandang disabilitas, sebagai upaya membangun ekosistem digital yang inklusif dan berdaya saing. Hadir berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, praktisi digital, hingga komunitas disabilitas.


Dukungan Penuh untuk Disabilitas Naik Kelas di Era Digital
Momentum penting ini turut dihadiri oleh Drs. Agus Diono,M.Si. selaku Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas sekaligus Ketua Umum Aliansi Disabilitas Nusantara (ADN). Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri sekaligus menjadi penguatan bahwa transformasi digital harus berpihak pada seluruh kelompok disabilitas.
Dalam sambutan dan dukungannya, Bapak Agus Diono menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kolaborasi antara DNIKS dan Komdigi. Beliau menekankan bahwa pelatihan seperti ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kebutuhan mendesak untuk mendorong ekonomi inklusif dan memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal (no one left behind).
“Pemerintah ingin usaha penyandang disabilitas itu jangan hanya mikro atau mikro kecil, tapi kalau bisa naik kelas menjadi kecil, menengah, atau besar. Digital adalah peluang nyata. Usaha seperti operator e-commerce, bisnis online sangat mungkin karena teknologi digital sekarang sudah ramah disabilitas. Ada pembaca layar, tidak masalah mau pakai HP, laptop, atau komputer. Ini harus terus diberikan ruang. Bagaimana caranya kita berkreasi dan berinovasi supaya peran kita sebagai penyandang disabilitas betul-betul naik kelas, bukan sebagai objek tapi sebagai subjek dalam pembangunan Indonesia,”* tegas Agus Diono.


Disabilitas Bukan Akhir dari Segalanya
Mengutip pengalaman pribadinya, Bapak Agus Diono yang juga dikenal aktif dalam pemberdayaan disabilitas ini berbagi cerita inspiratif. Beliau mengaku sudah terbiasa menggunakan perangkat digital dan pernah memberangkatkan tiga orang tunanetra mengikuti pelatihan e-commerce di Guangzhou, China.
“Saya pernah mengirim tiga orang tunanetra mengikuti pelatihan e-commerce di Guangzhou, China. Itu bukti bahwa sebenarnya disabilitas bukan hambatan lagi, disabilitas bukan akhir dari segalanya. Justru kita jadikan itu sebagai modal untuk melangkah ke tujuan mulia: menjadi beriman, bertakwa, dan bermanfaat. Karena disabilitas bukan permintaan, bukan cita-cita, bukan keinginan. Tapi manakala itu datang, tak satu pun bisa kita tolak. Itu amanah dari Sang Pencipta. Dan semua orang sangat berpotensi menjadi disabilitas, karena bisa terjadi pada siapa saja, di mana saja, kapan saja.”*
Beliau mengakhiri dukungannya dengan mengapresiasi kolaborasi DNIKS dan Komdigi, serta berharap kegiatan serupa bisa terus dikembangkan ke wilayah yang lebih luas.


Pelatihan dengan Sentuhan AI yang Inklusif
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DNIKS, Dr. H. A. Effendy Choirie, M.Ag., M.H., setelah laporan dari Ketua Pelaksana RA. Loretta Kartikasari, SE., MM., M.I.Kom., PhD.C dan sambutan dari Dyah Alief (Ketua Literasi Digital KOMDIGI Segmen Disabilitas), juga menghadirkan narasumber kompeten seperti Herry Derajad Wijaya, S.Kom., M.M (Pandu Literasi Komdigi) dan RM Wiyanto Hidayatullah, S.IKom., M.I.Kom. (Dosen Digital Communication).
Para peserta mendapatkan pemahaman praktis tentang pemanfaatan AI untuk pengembangan konten kreator difabel, peluang ekonomi digital, serta keterampilan digital dasar yang aman dan bertanggung jawab.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan ini, DNIKS dan Komdigi berharap peserta mampu memanfaatkan AI secara positif, membuka peluang ekonomi kreatif, dan memperkuat transformasi digital nasional yang ramah semua kalangan. Dukungan penuh dari Bapak Agus Diono menjadi bukti nyata bahwa gerakan disabilitas Indonesia terus bergerak maju, setara, dan tidak pernah meninggalkan siapa pun di belakang.


Jakarta Pusat – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-59 Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), DNIKS bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan TIK dan Literasi Digital 2026 dengan tema “Optimasi Konten Kreator Difabel dengan Kecerdasan Buatan” di Gedung DNIKS, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang mengusung semangat “Sejahtera untuk Semua” ini ditujukan bagi masyarakat prasejahtera, lansia, dan penyandang disabilitas, sebagai upaya membangun ekosistem digital yang inklusif dan berdaya saing. Hadir berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, praktisi digital, hingga komunitas disabilitas.


Dukungan Penuh untuk Disabilitas Naik Kelas di Era Digital
Momentum penting ini turut dihadiri oleh Drs. Agus Diono,M.Si. selaku Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas sekaligus Ketua Umum Aliansi Disabilitas Nusantara (ADN). Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri sekaligus menjadi penguatan bahwa transformasi digital harus berpihak pada seluruh kelompok disabilitas.
Dalam sambutan dan dukungannya, Bapak Agus Diono menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kolaborasi antara DNIKS dan Komdigi. Beliau menekankan bahwa pelatihan seperti ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kebutuhan mendesak untuk mendorong ekonomi inklusif dan memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal (no one left behind).
“Pemerintah ingin usaha penyandang disabilitas itu jangan hanya mikro atau mikro kecil, tapi kalau bisa naik kelas menjadi kecil, menengah, atau besar. Digital adalah peluang nyata. Usaha seperti operator e-commerce, bisnis online sangat mungkin karena teknologi digital sekarang sudah ramah disabilitas. Ada pembaca layar, tidak masalah mau pakai HP, laptop, atau komputer. Ini harus terus diberikan ruang. Bagaimana caranya kita berkreasi dan berinovasi supaya peran kita sebagai penyandang disabilitas betul-betul naik kelas, bukan sebagai objek tapi sebagai subjek dalam pembangunan Indonesia,”* tegas Agus Diono.


Disabilitas Bukan Akhir dari Segalanya
Mengutip pengalaman pribadinya, Bapak Agus Diono yang juga dikenal aktif dalam pemberdayaan disabilitas ini berbagi cerita inspiratif. Beliau mengaku sudah terbiasa menggunakan perangkat digital dan pernah memberangkatkan tiga orang tunanetra mengikuti pelatihan e-commerce di Guangzhou, China.
“Saya pernah mengirim tiga orang tunanetra mengikuti pelatihan e-commerce di Guangzhou, China. Itu bukti bahwa sebenarnya disabilitas bukan hambatan lagi, disabilitas bukan akhir dari segalanya. Justru kita jadikan itu sebagai modal untuk melangkah ke tujuan mulia: menjadi beriman, bertakwa, dan bermanfaat. Karena disabilitas bukan permintaan, bukan cita-cita, bukan keinginan. Tapi manakala itu datang, tak satu pun bisa kita tolak. Itu amanah dari Sang Pencipta. Dan semua orang sangat berpotensi menjadi disabilitas, karena bisa terjadi pada siapa saja, di mana saja, kapan saja.”
Beliau mengakhiri dukungannya dengan mengapresiasi kolaborasi DNIKS dan Komdigi, serta berharap kegiatan serupa bisa terus dikembangkan ke wilayah yang lebih luas.


Pelatihan dengan Sentuhan AI yang Inklusif
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DNIKS, Dr. H. A. Effendy Choirie, M.Ag., M.H., setelah laporan dari Ketua Pelaksana RA. Loretta Kartikasari, SE., MM., M.I.Kom., PhD.C dan sambutan dari Dyah Alief (Ketua Literasi Digital KOMDIGI Segmen Disabilitas), juga menghadirkan narasumber kompeten seperti Herry Derajad Wijaya, S.Kom., M.M (Pandu Literasi Komdigi) dan RM Wiyanto Hidayatullah, S.IKom., M.I.Kom. (Dosen Digital Communication).
Para peserta mendapatkan pemahaman praktis tentang pemanfaatan AI untuk pengembangan konten kreator difabel, peluang ekonomi digital, serta keterampilan digital dasar yang aman dan bertanggung jawab.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan ini, DNIKS dan Komdigi berharap peserta mampu memanfaatkan AI secara positif, membuka peluang ekonomi kreatif, dan memperkuat transformasi digital nasional yang ramah semua kalangan. Dukungan penuh dari Bapak Agus Diono menjadi bukti nyata bahwa gerakan disabilitas Indonesia terus bergerak maju, setara, dan tidak pernah meninggalkan siapa pun di belakang.
Kontak
Hubungi kami untuk dukungan dan informasi
Telepon
+62-858-82-999-999
Aliansi Disabilitas Nusantara © 2026. All rights reserved.
